Sumarjo Hidup dari Membuat Gula Aren

Bangka - Keluarga Sumarjo (38) Warga Desa Terak Kecamatan Simpang Katis merupakan pembuat gula aren. Mulai dari orang tuanya, kakaknya hingga dirinya.Selama kurang lebih 15 tahun menjalankan usaha itu, dirinya sudah bisa membuat rumah, membeli mobil hingga untuk keperluan keluarga sehari-hari.

"Alhamdulillah, cukupalah untuk hidup sehari-hari meskipun tidak banyak," sebut Muyo panggilan akrab Sumarjo kepada bangkapos.com. Dia menerangkan, dalam seminngu dirinya bersama beberapa pegawainya memproduksi 2 sampai 3 kali. Tergantung dari permintaan pesanan.

Untuk pemasaran gula aren milik Muyo sudah menyebar dipulau Bangka, seperti Pangkalpinang, Bangka Barat, Bangka Tengah dan lain-lain. Harga gula aren sesuai dengan keinginan pembeli, tergantung pesanan. Biasanya dijual perkeping.

"Kalau pembuatan gula aren saya dibantu empat orang, merekalah yang membantu usaha saya dari mulai pengolahan hingga dibungkus," sebut Sumarjo. Menurut Muyo bahan baku untuk membuat gula aren cukup banyak. Hanya saja mau atau tidak untuk mengambilnya.

Sumber: 
bangkapos.com
Penulis: 
Muhammad Noordin
Fotografer: 
Noordin
Editor: 
Edwardi
Bidang Informasi: 
Pemdes

Berita